This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Rabu, 07 September 2011

Teknik & Strategi

Tops & Bottoms
Gunakan indikator 20 EMA, 40 EMA dan ADX 14; Currency Pair bebas; Time Frame 5, 15, 30 minutes, 1 hour, 3 hour dan 1 day; Cari di chart time frame pair yang ADX di atas level 30 (trend kuat), mulai dari D1 (besar) ke time frame kecil dan selalu pilih time frame terbesar; BUY bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke atas dengan stop loss 5 pips di bawah 40 EMA; SELL bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke bawah dengan stop loss di atas 40 EMA; EXIT target profit dua kali dari jumlah stop loss poin.

1 Minute Pivot
Gunakan indikator Pivot Point; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Minute; Kalkulasi titik pivot point harian, gunakan Candle Daily (dari jam 5 pm EST – 5 am EST); 90% harga akan memantul dari pivot point sebagai titik support dan resistance yang sangat kuat; BUY saat harga memantul dari Pivot Point ke atas; SELL saat harga memantul dari Pivot Point ke bawah; Stop Loss dengan acuan spread + 3 pips dari pivot point; EXIT 10-20 pips tergantung kekuatan trend.

Hedging/Locking
Contoh : Anda pasang BUY 1 lot EURUSD dan mengharapkan harga naik, tetapi ternyata harga EURUSD turun terus, maka Anda akan cepat-cepat lock posisi BUY dengan memasang SELL 1 lot EURUSD. Dengan cara tersebut, posisi loss telah terkunci dan loss tidak akan bertambah ke mana pun harga bergerak. Bila Anda menganalisa bahwa harga telah mencapai titik terendah (dengan stochastic atau RSI), maka posisi SELL yang sudah profit segera diambil dan berharap harga kembali naik sehingga posisi BUY yang sudah loss akan semakin kecil lossnya atau bahkan menjadi profit.

Martingale
Melipatkan posisi yang salah arah setelah jarak (range) tertentu dengan harapan setelah turun beberapa pips, semua loss tertutupi dan malah profit.
Contoh :
Kita pasang posisi SELL 1 mini lot pada harga 97.68 dan ternyata harga naik 56 pips, maka tiap 20 pips dipasang lot kelipatan sebagai berikut :
Sell 0.1 lot di harga 97.68
-    Sell 0.2 lot di harga 97.88
-    Sell 0.4 lot di harga 98.08
-    Sell 0.8 lot di harga 98.28
Ketika harga mulai turun dari 98.31 sebanyak 20 pips ke 98.08, maka seluruh loss sudah kembali dan malah profit sekitar $80.

Anti Martingale
Strategi ini merupakan kebalikan dari strategi Martingale. Anti Martingale adalah strategi melipatkan order yang sesuai arah sehingga profit juga menjadi semakin berlipat.

5 Minute System
Gunakan indikator SMA 21 dan Bar Chart; Currency Pair bebas dan Time Frame Daily; BUY bila SMA 21 mengarah miring ke atas (trend naik) dan posisi BUY dipasang 5 pips di atas titik high inside bar; SELL bila SMA 21 mengarah miring ke bawah (trend turun) dan posisi SELL dipasang 5 pips di bawah titik low inside bar; STOPP LOSS 50 pips dan TAKE PROFIT 100 pips.


Off-Hours Trading
Gunakan indikator Candlestick; Currency Pair bebas; Time Frame H1; Tentukan titik harga paling tinggi dan paling rendah dari jam 03.00 pm s.d. 07.00 pm EST; BUY bila harga (candlestick) mencapai titik paling rendah; SELL bila harga (candlestick) mencapai titik tertinggi; Target Profit 20-30 pips.

Commodity Correlation
Menentukan posisi BUY (long) atau SELL (short) satu pasang mata uang (currency pair) berdasarkan naik turunnya harga komoditas utama dari salah satu negara pada currency pair yang bersangkutan. Contoh : Kanada adalah penghasil minyak dan bila harga minyak dunia naik, maka cenderung mata uang Dollar Canada (CAD) akan menguat terhadap USD. Begitu juga sebaliknya.

Carry Trade
Tentukan currency pair dengan selisih bunga paling besar (contoh GBPJPY); BUY pada saat 5 EMA memotong garis 200 SMA; Time Frame Weekly – Monthly; Tahan posisi sampai berbulan-bulan dan mengakumulasi swap/rollover rate – bisa mencapai US$ 23 per hari untuk tiap lot reguler/standard.

Carry Trade Correlation
Ambil 2 posisi BUY dengan korelasi saling meniadakan (satu naik dan satu turun) dan bunga swap/rollover rate terus bertambah tiap hari. Perlu dipelajari terlebih dahulu currency pair mana dengan swap positif.

Demikianlah beberapa strategi Forex yang layak dicoba. Namun tetap perlu dicatat bahwa tidak ada strategi yang sempurna. Anda tetap perlu menerapkan manajemen risiko dalam setiap strategi sesuai dengan kondisi modal Anda dan pergerakan pasar. Akhirnya selamat melakukan trading dan sukses buat Anda!

Senin, 08 Agustus 2011

Waktu & jam yg tepat untuk trading

Pasar perdagangan forex buka 24 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu. Ini adalah periode waktu yang lama sekali. Boleh dibilang pasar yg buka terus tanpa ada istirahat atau tidur. Bagi para trader, tentunya ini sangat menyenangkan sekali. Karena mereka berpeluang melipat gandakan keuntungan kapanpun juga.


Namun demikian seperti pada umumnya pasar biasa, tidak setiap saat selalu ramai. Ada hari dimana pasar penuh sesak dengan pengunjung. Dan ada waktu dan jam dimana pasar kosong walaupun pasar tetap buka. Ada bulan-bulan tertentu dimana pengunjung pasar benar-benar melebihi kapasitas(menjelang hari raya contohnya).

Jadi wawasan akan waktu dan jam dalam trading forex, juga teramat penting. Anda bisa menyesuaikan karakter strategi perdagangan Anda dengan karakter waktu trading forex pada umumnya. Supaya diperoleh hasil yg maksimal dari setiap perdagangan Anda.

Waktu Pasar (Market Hours)

Pertama-tama kita harus mengetahui bahwa dalam trading forex waktu pasar ini dibagi menjadi beberapa sesi perdaganan besar/utama, yaitu: Sesi Sydney(Australia), Sesi Tokyo(Asia), Sesi London(Eropa), Sesi NewYork(Amerika). Seperti kita ketahui ada perbedaan waktu yg cukup panjang antara Australia dan Amerika(+16 jam). Inilah yg membuat pasar trading forex tidak pernah tidur. Saat satu pasar tutup, pasar lain sedang buka, demikian seterusnya.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat waktu dan jam kapan masing-masing pasar buka/tutup.

Sesi/Pasar
Jakarta GMT+7
EST
GMT
Sydney Buka
Sydney Tutup
04.00 Pagi
12.00 Siang
5:00 PM
2:00 AM
10:00 PM
7:00 AM
Tokyo Open
Tokyo Close
06.00 Pagi
02.00 Siang
7:00 PM
4:00 AM
12:00 AM
9:00 AM
London Open
London Close
02.00 Siang
10.00 Malam
3:00 AM
12:00 PM
8:00 AM
5:00 PM
New York Open
New York Close
07.00 Malam
03.00 Pagi
8:00 AM
5:00 PM
12:00 PM
10:00 PM

Atau Lihat Gambar dibawah:
Jam pasar forex dalam waktu Jakarta/Indonesia - GMT 7 



Terlihat dari gambar diatas bahwa jam tutup dan buka saling menyambung, beberapa ada yg overlaping. Seperti saat jam 19.00 s/d 22.00(Pasar eropa & Amerika), juga saat jam 06.00 s/d 12.00(Pasar Australia & Asia). Secara alami saat dua pasar sedang buka maka volume transaksi perdaganan otomatis lebih besar serta pergerakan harga menjadi lebih dinamis, terutama saat Pasar eropa & Amerika.

Selanjutnya mari kita lihat bagaimana perbandingan pergerakan pips, pada masing-masing pasar.

Tabel selisih pergerakan harga(PIPS) pair forex
Pair
Sesi Tokyo/Asia
Sesi London/Eropa
Sesi NewYork/Amerika
EUR/USD
76
114
92
GBP/USD
92
127
99
USD/JPY
51
66
59
AUD/USD
77
83
81
NZD/USD
62
72
70
USD/CAD
57
96
96
USD/CHF
67
102
83
EUR/JPY
102
129
107
GBP/JPY
118
151
132
AUD/JPY
98
107
103
EUR/GBP
78
61
47
EUR/CHF
79
109
84

Sabtu, 09 Juli 2011

Motivasi Trading

Apa yang membuat anda ingin belajar trading? Atau, kalo anda memang sudah lama melakukan kegiatan ini, apa sih yang membuat anda bertahan untuk terus ber-trading?

Jawaban untuk pertanyaan tentang motivasi untuk melakukan kegiatan trading ini bisa jadi sangat beraneka ragam. Ada temen trader yang menjawab bahwa motivasi dia dalam bertrading adalah karena trading sudah menjadi hobi baginya. Ada yang menjawab, karena trading bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan. Bahkan ada yang menjawab karena trading memang profesi utamanya. Iya sih…  memang bisa jadi motivasi antara satu orang dengan orang lainnya berbeda,meskipun untuk kegiatan yang sama.

Motivasi itu sendiri bisa diartikan sebagai hal atau faktor-faktor  yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.  Jadi memang bisa jadi hal yang mendorong satu orang untuk melakukan satu kegiatan akan berbeda dengan orang lain.

Bagi temen-temen trader yang menganggap kegiatan trading sebagai hobi, saya bisa kira-kira nih…  mereka inilah jenis trader yang biasanya suka telaten ngoprex indikator, betah berjam-jam mengamati chart, dan merasa kesepian saat market tutup di akhir pekan… hihihi…

Sedangkan bagi trader yang menganggap trading sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan yang sudah menjadikan trading sebagai penghasilan utama, bisa jadi mereka malah lebih mengandalkan EA alias robot trading dan berinvestasi sebagaimana investor yang rasional. Syukur-syukur sih kalo ada temen trader yang memang hobi trading dan bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utamanya. Wah, bisa kebayang sih asyiknya, kalo kita bisa bekerja sesuai dengan minat kita

Okelah… bagi temen-temen trader yang sudah “jadi”,  saya tidak terlalu mempermasalahkan apa motivasi utama mereka. Yang sering membuat saya prihatin, adalah motivasi temen-temen yang baru mulai belajar trading.

Banyak temen-temen (calon) trader  yang salah anggapan, menganggap trading adalah jalan singkat menuju kaya. Bahwa hanya dengan sekedar main tebak-tebakan buy atau sell, bisa mengeruk keuntungan tanpa harus bersusah payah. Biasanya mereka terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang juga besar dalam waktu yang singkat. Type (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan yang negatif tentang trading forex. Setelah mengalami MC, barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading dengan motivasi pengen cepet kaya, wah… saya sarankan untuk stop dulu deh… Coba review dulu sebelum invest atau deposit.

Saya ingin tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepet-cepat tergiur deh… Coba tanyakan dulu udah berapa lama mereka belajar. Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya. Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah anda mau, mampu dan bersedia untuk terus belajar?

Ngomong-ngomong, saya jadi inget salah seorang temen trader suka menguji (calon) trader yang pengen belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah: “udah siap babak belur belom? kalo memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar….” Nah, lo… biasanya sih banyak yang udah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu… Lah iya, mana ada sih orang yang  mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur? hihihi…



Minggu, 05 Juni 2011

Enjoy Your Trade!


Terus terang saya suka heran kalau ngeliat temen-temen trader atau “calon” trader yang dari komentar-komentarnya, saya menangkap kesan bahwa mereka menganggap trading sebagai beban. Stress ngeliat floating minus, gak sabaran nunggu posisi menyentuh TP, belum lagi yang suka “menyesali” posisi atau mengeluh berkepanjangan kalau kena MC. Saran saya untuk temen-temen trader seperti ini sih sederhana: “ sudahlah… berhenti dulu tradingnya, matikan komputer, cari kegiatan lain dulu… kalo perlu cuti aja dulu deh…“ hehehe…

Lebih-lebih lagi kalau ada (calon) trader  yang belum apa-apa udah banyak keluhan. Baru pertama kali liat trading platform udah ngeluh: “wah… ruwed”, suruh memahami dasar-dasar tentang forex bilang : “wah… pusing…”. Nah, kalau saya ketemu dengan (calon) trader semacem ini, saya akan bilang : “udah deh… mending gak usah belajar trading ajah… cari aja kegiatan lain”

Kegiatan trading menurut saya bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan secara “terpaksa”

Iya memang sih… semua hal itu tidak baik jika dilakukan dengan terpaksa. Tapi, trading ini lebih-lebih lagi. Lah, yang trading dengan senang hati aja bisa stress kalau keseringan menghadapi kondisi yang tidak mengenakkan kok… apalagi yang pada dasarnya melihat trading sebagai suatu beban. Bisa-bisa stress berat deh…

Seorang temen trader senior pernah bilang: sebaiknya tidak menjadikan trading sebagai penghasilan utama, karena akan sangat beda rasanya apabila kita trading sebagai kegiatan (dan penghasilan) sampingan dengan trading for living.

Memang sih, beberapa temen trader ada yang mengaku sudah bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utama. Akan tetapi, saya sangat tidak menyarankan bagi trader baru untuk mengandalkan trading sebagai pendapatan utama. Bagaimanapun, beban mental bagi trader yang trading untuk sekedar hobi dengan trading untuk membayar tagihan jelas berbeda

Alangkah ideal memang apabila kita bisa bekerja sesuai dengan minat dan ketertarikan kita. Istilahnya: bekerja sesuai dengan passion. Karena apabila kita sudah menyukai pekerjaan kita, segala hambatan yang dihadapi sehubungan dengan pekerjaan tersebut bakalan tidak terasa sebagai beban, bahkan akan menjadi suatu tantangan dan keasyikan tersendiri

Saya kenal dengan temen-temen trader  yang begitu enjoy dalam kegiatan tradingnya. Mereka dengan rela dan senang hati mengamati chart, mengutak-atik indikator, menganalisis hasil ramuan indikatornya, dan merancang custom indicator atau EA, tidak hanya di hari kerja, tapi bahkan di akhir pekan, ketika market sedang libur!

Jangan tanya, apa mereka stress saat trading. Justru mereka mungkin akan stress kalo dilarang membuka trading platform hehehe… Terus terang saya sendiri merasa “ada sesuatu yang kurang” di akhir pekan, karena tidak bisa ngeliat chart yang bergerak. Hihihi… :”>

Untuk temen-temen trader  yang merasa enjoy dengan kegiatannya, saya ucapkan:  “selamat" Anda sudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion, yang berarti  apapun nanti yang akan dihadapi bakalan dihadapi dengan senang hati.

Bagi temen-temen trader yang masih merasakan trading sebagai suatu beban, saya sarankan cobalah untuk merubah pandangan tersebut. Nikmatilah setiap proses dalam trading. Jangan jadikan trading sebagai beban. Okeylah.. kita punya trading plan dan target dalam trading, akan tetapi jangan sampai target itu menjadi beban. Jadikan target itu semacam tantangan sehingga kita semangat dan enjoy dalam trading kita.

So, find your passion on trading Be passionate and enjoy your life!
Happy trading


 

Senin, 09 Mei 2011

Belajar dari Kesalahan

Apa yang anda lakukan saat akhir pekan? Mmm… berhubung market sedang libur, apabila pertanyaan tersebut di lontarkan kepada saya, saya akan jawab: tidur sepuasnya… hehehe… Iya sih, akhir pekan memang saat istirahat dari kegiatan trading Akan tetapi, bukan berarti kita tidak melakukan kegiatan apapun yang sehubungan dengan trading loh…  Kalau boleh saya usul, sebaiknya saat akhir pekan kita mereview kembali history transaksi yang telah kita lakukan sepanjang pekan.

Eits, jangan protes dulu Mungkin anda merasa, selama akhir pekan, sebaiknya kita istirahat total dari segala kegiatan yang berbau chart. Hihihi… itu pilihan masing-masing trader sih. Ada malahan temen trader yang sama sekali tidak mau menyentuh PC atau laptop selama akhir pekan It’s ok deh…  Maksud saya mengusulkan untuk mereview transaksi yang telah kita lakukan selama sepekan adalah sekedar mengetahui apabila ada kesalahan yang telah kita lakukan

Trading itu kegiatan yang memerlukan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran, selain tentunya keberanian untuk mengambil keputusan. Saya ingin menggaris bawahi perlunya ketelatenan dan kesabaran di sini

Salah seorang teman dan mentor saya mengatakan, bahwa dalam trading, perlu adanya ilmu “titen” Hehehe… apa lagi itu? Maksudnya, dalam trading, kita perlu mengamati dan mengingat-ingat satu kejadian dan apa pengambilan keputusan saat kejadian itu. Apabila hasil dari pengambilan keputusan itu ternyata buruk, alias kita dapet loss atau bahkan mungkin MC, maka kita perlu waspada, apabila di kemudian hari kita menghadapi kondisi yang sama, jangan sampai kita mengulangi lagi keputusan yang salah tadi.

Lebih lanjut lagi, apabila kita menemukan kejadian yang sama, ada baiknya klo pengambilan keputusan kita coba dibalik. Maksudnya, apabila saat yang lalu kita misalnya melakukan pending order sell limit, pada kejadian yang sama di kemudian hari, kita coba untuk melakukan transaksi yang sebaliknya, misalnya buy stop.

Terus terang saya sangat berkesan dengan transaksi pending order sell limit, soalnya sudah dua kali saya MC gara-gara over self confidence memasang pending order sell limit ini . Hehehe…  Sekarang, apabila saya menghadapi kondisi yang sama seperti saat dulu saya gagal dengan transaksi sell limit itu, saya akan memasang pending order buy stop

Bagaimana kita bisa mengingat begitu banyak transaksi yang pernah kita lakukan? Mmm… salah satu tips yang mungkin bisa anda coba adalah: rajin-rajinlah meng-capture chart beserta posisi yang anda ambil. Kalau perlu, setelah posisi tersebut terclosed, capture sekali lagi Atau gampangnya, capture chart kita secara berkala untuk mengetahui, apakah posisi yang kita ambil sudah tepat di setiap kondisi. Kita bisa sewaktu-waktu melihat kembali dan belajar dari catatan transaksi kita, bagaimana sebaiknya menghadapi setiap kondisi market

Ok deh… bukan maksud hati menganjurkan anda terus berkutat dengan perkara trading ini. Toh sebenernya review ini bisa kita lakukan kapan saja, tidak harus bener-bener di hari Sabtu atau Minggu kok… Bisa aja setiap hari Jum’at menjelang market tutup, atau kapan saja anda merasa perlu. Atau bahkan, selain belajar dari kesalahan kita sendiri, kita juga bisa belajar dari kesalahan orang lain Salah seorang teman dan mentor saya malahan berpesan, “kalau abis MC bilang-bilang yaa… ntar minta capture transaksi penyebab MC itu” Hihihi… Bukan maksud mengolok-olok kok…, justru dari kesalahan yang terjadi, kita bisa ambil pelajaran dari situ

Inti yang ingin saya sampaikan di sini : Selalulah belajar dari kesalahan. Jangan ulangi kesalahan yang sama, akan tetapi ambil kebalikannya. Dalam forex, history itu selalu berulang, jadi kita bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan yang pernah kita lakukan,  seperti yang pernah saya diskusikan dengan partner diskusi, teman dan mentor saya, Rizqi. Thanks  a lot

Ok, selamat berakhir pekan, sampai ketemu lagi di market Senin depan 



Selasa, 05 April 2011

Tingkatan Seorang Trader Forex

 Note's from a friend 

Apakah profesi seorang trader menjanjikan?
kenapa kebanyakan trader banyak yg rugi?
kenapa maen forex & index selalu rugi?

INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX N INDEX DAN SETELAH ANDA BACA TAHAPAN INI MOHON DI SIKAPI DGN BIJAK DAN TIDAK EMOSIONAL.

Level 1. Unconscious Incompetence

Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2. Conscious Incompetence

Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3. The EUREKA Moment

Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4. Conscious Competence

Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5. Unconscious Competence

Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER ".

Sabtu, 05 Maret 2011

Cara Open Posisi




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites