This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Sabtu, 12 November 2011

Pasar Saham vs Forex Valas

Ketika Pasar Saham Hancur, Forex (Valas) Tidak Terkena Imbasnya

Saham hanya memiliki 1 way opportunity sehingga ketika market naik trader mendapatkan keuntungan, sedangkan ketika harga saham turun trader merugi. Hal ini berbeda dengan bisnis Forex. Ketika harga forex turun ataupun naik, trader forex (valas) tetap memiliki kesempatan meraih keuntungan.

Pada saat harga forex naik, trader yang melakukan Long (Buy) akan mendapatkan keuntungan, dan sebaliknya saat harga forex turun, trader yang melakukan Short (Sell) akan mendapatkan keuntungan

Ironisnya, tidak seperti trader saham yang mengalami rugi besar-besaran / bangkrut di saat krisis finansial global pada tahun 2008, trader forex justru banyak yang mengalami keuntungan besar. Hal ini membuktikan bahwa Forex (Valas) adalah salah satu bisnis investasi yang tidak mengenal krisis.

Di Forex Anda Adalah Boss

Kenapa Perlu Belajar Forex?
  • Di forex, anda adalah boss anda sendiri, tidak ada lagi yang akan memarahi anda, menyuruh anda melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membosankan, kenaikan gaji yang tak sesuai keinginan, atau bahkan memecat anda.
  • Di forex, anda dapat menentukan sendiri kapan anda bekerja, berapa lama anda bekerja, dan berapa penghasilan yang ingin anda raih
  • Di forex, anda dapat menghasilkan uang di internet kapanpun dan di mana pun anda berada, selama anda mempunyai komputer (bahkan PDA) dan terhubung dengan jaringan internet
  • Modal awal yang relatif kecil dibandingkan bisnis lain untuk menghasilkan uang dengan potensi penghasilan tak terbatas
  • Anda dapat mencari dan mendapatkan uang 24 jam sehari 5 hari seminggu


Minggu, 09 Oktober 2011

Transaksi dalam Forex Trading

Kali ini saya akan membahas tentang transaksi dalam forex trading: apa yang diperdagangkan, bagaimana harganya dan juga jenis-jenis transaksi yang bisa dilakukan dalam forex trading.

Apa yang diperdagangkan dalam forex trading?

Kedengarannya seperti pertanyaan yang bodoh ya…? Lah, namaya juga forex trading, ya yang diperdagangkan tentunya forex atau valas atau valuta asinglah… hehehe… Iya memang bener sih… Cuma, ada yang perlu diketahui lebih lanjut kalau anda ingin menjadi seorang forex trader 

Dalam forex trading, mata uang diperdagangkan secara berpasang-pasangan. Inilah yang disebut dengan pairs. Contoh pair yang biasa disediakan antara lain adalah EUR/USD, artinya pasangan matauang Euro dan Dollar US. Contoh lain misalnya: GBU/JPY, GBU/USD, USD/JPY dan lain-lain

Kenapa mata uang ini harus dipasang-pasangkan? Hehehe… ini juga menariknya… Dengan diperdagangkan berpasangan seperti ini, maka kita bisa langsung bertransaksi “jual” pada suatu pair, tanpa kita harus “punya” dulu pair itu.

Bingung? Begini deh… klo dalam perdagangan tradisional, kalau kita jual pisang goreng, misalnya, berarti kan kita harus punya (ato setidaknya punya hak terhadap) si pisang yang akan djual. Bener kan?

Nah, dalam forex trading, kita bisa “jual” pair USD/JPY tanpa kita “punya” pair itu… Lah, kok bisa?

Ya bisalah… Soalnya, di sini klo kita jual pair USD/JPY, itu artinya kita jual USD dan beli JPY. Bingung ya? hehehe… Ya sudah deh… Intinya di sini, dalam forex trading kita bisa langsung melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli untuk semua pair, tergantung hasil analisis kita terhadap pergerakan harga pair tersebut

Pips dan Lot
Ok deh.. sekarang kita mulai masuk ke istilah dasar yang perlu dikenal dalam forex trading
Pip adalah satuan perubahan nilai dalam forex trading. Contoh: EUR/USD bergerak dari 1.3050 ke 1.3051, itu berarti harga berubah (naik)1 pip. Pip adalah nilai tambah dari setiap angka desimal terakhir dibelakang koma. Pip juga biasa digunakan untuk perhitungan profit ataupun loss. Nah, pasar Valas biasanya diperdagangkan dalam bentuk lot. Nilai standar per lot adalah $100,000.Ada juga mini lot dengan nilai $10,000. Meskipun demikian, ada juga broker yang menawarkan fleksibilitas dalam volume transaksi tanpa harus dalam satuan lot, melainkan dalam quantity yang fleksibel sesuai dengan keinginan trader.

Bid, Offer dan Spread
Nah, selanjutnya kita perlu juga paham apa itu bid dan offer serta spread
Bid adalah harga yang berlaku apabila kita menjual (pair), Offer adalah harga yang berlaku apabila kita membeli (pair) sedangkan Spread adalah selisih antar bid dan offer

 Contoh misalnya :
Untuk EUR/USD berlaku :
Bid        1.3050
Offer    1.3052

Berarti, apabila kita akan membeli pair EUR/USD maka akan dikenakan harga sebesar 1.3052 sedangkan apabila kita menjual akan dikenakan harga 1.3050. Spread untuk pair EUR/USD saat itu adalah 2 pips.

Jenis-jenis Transaksi dalam Forex Trading

Sekarang kita akan masuk pada bahasan tentang transaksi dalam forex trading 
Secara umum transaksi yang bisa kita lakukan adalah Buy dan Sell terhadap pairs yang tersedia.

Ada 2 jenis perintah/order untuk setiap transaksi yakni :

Instant executions
Order (buy ato sell) yang dilakukan pada saat harga market sekarang.

Pending orders
Order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (dengan kata lain harga booking)

Pending order dibagi menjadi 4 jenis yaitu :

Buy Stop:
Memasang order buy pada harga tertentu (diatas harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak naik, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order buy. Harapannya tentu saja harga terus bergerak naik lagi supaya mendapatkan profit.

Sell Stop:
Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order sell. Harpannya harga akan terus bergerak turun lagi supaya mendapatkan profit.

Buy Limit:
Memasang order buy pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order buy. Harapannya, setelah itu harga kemudian bergerak naik atau istilahnya mental di harga tersebut.

Sell Limit:
Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan) dengan harapan harga bergerak naik ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order sell. Harapannya, agar setelah itu harga akan bergerak turun (atau mental di titik tersebut) supaya profit.

Kapan Buy dan Kapan Sell?

 Nah, itu dia pertanyaan mendasar bagi seorang trader
Kata para master sih… patokan dasar dalam forex trading adalah: Buy di saat harga rendah dan kita perkirakan bakalan naik, dan Sell di saat harga tinggi dan kita perkirakan bakalan turun. Simple kan? Hehehe…

Masalahnya kemudian adalah: bagaimana kita tahu bahwa harga bakalan naik ato turun?
Nah, klo untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita masuk ke bahasan tentang analisis dalam forex trading yang nanti akan kita bahas dalam artikel-artikel selanjutnya… 

Rabu, 07 September 2011

Teknik & Strategi

Tops & Bottoms
Gunakan indikator 20 EMA, 40 EMA dan ADX 14; Currency Pair bebas; Time Frame 5, 15, 30 minutes, 1 hour, 3 hour dan 1 day; Cari di chart time frame pair yang ADX di atas level 30 (trend kuat), mulai dari D1 (besar) ke time frame kecil dan selalu pilih time frame terbesar; BUY bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke atas dengan stop loss 5 pips di bawah 40 EMA; SELL bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke bawah dengan stop loss di atas 40 EMA; EXIT target profit dua kali dari jumlah stop loss poin.

1 Minute Pivot
Gunakan indikator Pivot Point; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Minute; Kalkulasi titik pivot point harian, gunakan Candle Daily (dari jam 5 pm EST – 5 am EST); 90% harga akan memantul dari pivot point sebagai titik support dan resistance yang sangat kuat; BUY saat harga memantul dari Pivot Point ke atas; SELL saat harga memantul dari Pivot Point ke bawah; Stop Loss dengan acuan spread + 3 pips dari pivot point; EXIT 10-20 pips tergantung kekuatan trend.

Hedging/Locking
Contoh : Anda pasang BUY 1 lot EURUSD dan mengharapkan harga naik, tetapi ternyata harga EURUSD turun terus, maka Anda akan cepat-cepat lock posisi BUY dengan memasang SELL 1 lot EURUSD. Dengan cara tersebut, posisi loss telah terkunci dan loss tidak akan bertambah ke mana pun harga bergerak. Bila Anda menganalisa bahwa harga telah mencapai titik terendah (dengan stochastic atau RSI), maka posisi SELL yang sudah profit segera diambil dan berharap harga kembali naik sehingga posisi BUY yang sudah loss akan semakin kecil lossnya atau bahkan menjadi profit.

Martingale
Melipatkan posisi yang salah arah setelah jarak (range) tertentu dengan harapan setelah turun beberapa pips, semua loss tertutupi dan malah profit.
Contoh :
Kita pasang posisi SELL 1 mini lot pada harga 97.68 dan ternyata harga naik 56 pips, maka tiap 20 pips dipasang lot kelipatan sebagai berikut :
Sell 0.1 lot di harga 97.68
-    Sell 0.2 lot di harga 97.88
-    Sell 0.4 lot di harga 98.08
-    Sell 0.8 lot di harga 98.28
Ketika harga mulai turun dari 98.31 sebanyak 20 pips ke 98.08, maka seluruh loss sudah kembali dan malah profit sekitar $80.

Anti Martingale
Strategi ini merupakan kebalikan dari strategi Martingale. Anti Martingale adalah strategi melipatkan order yang sesuai arah sehingga profit juga menjadi semakin berlipat.

5 Minute System
Gunakan indikator SMA 21 dan Bar Chart; Currency Pair bebas dan Time Frame Daily; BUY bila SMA 21 mengarah miring ke atas (trend naik) dan posisi BUY dipasang 5 pips di atas titik high inside bar; SELL bila SMA 21 mengarah miring ke bawah (trend turun) dan posisi SELL dipasang 5 pips di bawah titik low inside bar; STOPP LOSS 50 pips dan TAKE PROFIT 100 pips.


Off-Hours Trading
Gunakan indikator Candlestick; Currency Pair bebas; Time Frame H1; Tentukan titik harga paling tinggi dan paling rendah dari jam 03.00 pm s.d. 07.00 pm EST; BUY bila harga (candlestick) mencapai titik paling rendah; SELL bila harga (candlestick) mencapai titik tertinggi; Target Profit 20-30 pips.

Commodity Correlation
Menentukan posisi BUY (long) atau SELL (short) satu pasang mata uang (currency pair) berdasarkan naik turunnya harga komoditas utama dari salah satu negara pada currency pair yang bersangkutan. Contoh : Kanada adalah penghasil minyak dan bila harga minyak dunia naik, maka cenderung mata uang Dollar Canada (CAD) akan menguat terhadap USD. Begitu juga sebaliknya.

Carry Trade
Tentukan currency pair dengan selisih bunga paling besar (contoh GBPJPY); BUY pada saat 5 EMA memotong garis 200 SMA; Time Frame Weekly – Monthly; Tahan posisi sampai berbulan-bulan dan mengakumulasi swap/rollover rate – bisa mencapai US$ 23 per hari untuk tiap lot reguler/standard.

Carry Trade Correlation
Ambil 2 posisi BUY dengan korelasi saling meniadakan (satu naik dan satu turun) dan bunga swap/rollover rate terus bertambah tiap hari. Perlu dipelajari terlebih dahulu currency pair mana dengan swap positif.

Demikianlah beberapa strategi Forex yang layak dicoba. Namun tetap perlu dicatat bahwa tidak ada strategi yang sempurna. Anda tetap perlu menerapkan manajemen risiko dalam setiap strategi sesuai dengan kondisi modal Anda dan pergerakan pasar. Akhirnya selamat melakukan trading dan sukses buat Anda!

Senin, 08 Agustus 2011

Waktu & jam yg tepat untuk trading

Pasar perdagangan forex buka 24 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu. Ini adalah periode waktu yang lama sekali. Boleh dibilang pasar yg buka terus tanpa ada istirahat atau tidur. Bagi para trader, tentunya ini sangat menyenangkan sekali. Karena mereka berpeluang melipat gandakan keuntungan kapanpun juga.


Namun demikian seperti pada umumnya pasar biasa, tidak setiap saat selalu ramai. Ada hari dimana pasar penuh sesak dengan pengunjung. Dan ada waktu dan jam dimana pasar kosong walaupun pasar tetap buka. Ada bulan-bulan tertentu dimana pengunjung pasar benar-benar melebihi kapasitas(menjelang hari raya contohnya).

Jadi wawasan akan waktu dan jam dalam trading forex, juga teramat penting. Anda bisa menyesuaikan karakter strategi perdagangan Anda dengan karakter waktu trading forex pada umumnya. Supaya diperoleh hasil yg maksimal dari setiap perdagangan Anda.

Waktu Pasar (Market Hours)

Pertama-tama kita harus mengetahui bahwa dalam trading forex waktu pasar ini dibagi menjadi beberapa sesi perdaganan besar/utama, yaitu: Sesi Sydney(Australia), Sesi Tokyo(Asia), Sesi London(Eropa), Sesi NewYork(Amerika). Seperti kita ketahui ada perbedaan waktu yg cukup panjang antara Australia dan Amerika(+16 jam). Inilah yg membuat pasar trading forex tidak pernah tidur. Saat satu pasar tutup, pasar lain sedang buka, demikian seterusnya.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat waktu dan jam kapan masing-masing pasar buka/tutup.

Sesi/Pasar
Jakarta GMT+7
EST
GMT
Sydney Buka
Sydney Tutup
04.00 Pagi
12.00 Siang
5:00 PM
2:00 AM
10:00 PM
7:00 AM
Tokyo Open
Tokyo Close
06.00 Pagi
02.00 Siang
7:00 PM
4:00 AM
12:00 AM
9:00 AM
London Open
London Close
02.00 Siang
10.00 Malam
3:00 AM
12:00 PM
8:00 AM
5:00 PM
New York Open
New York Close
07.00 Malam
03.00 Pagi
8:00 AM
5:00 PM
12:00 PM
10:00 PM

Atau Lihat Gambar dibawah:
Jam pasar forex dalam waktu Jakarta/Indonesia - GMT 7 



Terlihat dari gambar diatas bahwa jam tutup dan buka saling menyambung, beberapa ada yg overlaping. Seperti saat jam 19.00 s/d 22.00(Pasar eropa & Amerika), juga saat jam 06.00 s/d 12.00(Pasar Australia & Asia). Secara alami saat dua pasar sedang buka maka volume transaksi perdaganan otomatis lebih besar serta pergerakan harga menjadi lebih dinamis, terutama saat Pasar eropa & Amerika.

Selanjutnya mari kita lihat bagaimana perbandingan pergerakan pips, pada masing-masing pasar.

Tabel selisih pergerakan harga(PIPS) pair forex
Pair
Sesi Tokyo/Asia
Sesi London/Eropa
Sesi NewYork/Amerika
EUR/USD
76
114
92
GBP/USD
92
127
99
USD/JPY
51
66
59
AUD/USD
77
83
81
NZD/USD
62
72
70
USD/CAD
57
96
96
USD/CHF
67
102
83
EUR/JPY
102
129
107
GBP/JPY
118
151
132
AUD/JPY
98
107
103
EUR/GBP
78
61
47
EUR/CHF
79
109
84

Sabtu, 09 Juli 2011

Motivasi Trading

Apa yang membuat anda ingin belajar trading? Atau, kalo anda memang sudah lama melakukan kegiatan ini, apa sih yang membuat anda bertahan untuk terus ber-trading?

Jawaban untuk pertanyaan tentang motivasi untuk melakukan kegiatan trading ini bisa jadi sangat beraneka ragam. Ada temen trader yang menjawab bahwa motivasi dia dalam bertrading adalah karena trading sudah menjadi hobi baginya. Ada yang menjawab, karena trading bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan. Bahkan ada yang menjawab karena trading memang profesi utamanya. Iya sih…  memang bisa jadi motivasi antara satu orang dengan orang lainnya berbeda,meskipun untuk kegiatan yang sama.

Motivasi itu sendiri bisa diartikan sebagai hal atau faktor-faktor  yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.  Jadi memang bisa jadi hal yang mendorong satu orang untuk melakukan satu kegiatan akan berbeda dengan orang lain.

Bagi temen-temen trader yang menganggap kegiatan trading sebagai hobi, saya bisa kira-kira nih…  mereka inilah jenis trader yang biasanya suka telaten ngoprex indikator, betah berjam-jam mengamati chart, dan merasa kesepian saat market tutup di akhir pekan… hihihi…

Sedangkan bagi trader yang menganggap trading sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan yang sudah menjadikan trading sebagai penghasilan utama, bisa jadi mereka malah lebih mengandalkan EA alias robot trading dan berinvestasi sebagaimana investor yang rasional. Syukur-syukur sih kalo ada temen trader yang memang hobi trading dan bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utamanya. Wah, bisa kebayang sih asyiknya, kalo kita bisa bekerja sesuai dengan minat kita

Okelah… bagi temen-temen trader yang sudah “jadi”,  saya tidak terlalu mempermasalahkan apa motivasi utama mereka. Yang sering membuat saya prihatin, adalah motivasi temen-temen yang baru mulai belajar trading.

Banyak temen-temen (calon) trader  yang salah anggapan, menganggap trading adalah jalan singkat menuju kaya. Bahwa hanya dengan sekedar main tebak-tebakan buy atau sell, bisa mengeruk keuntungan tanpa harus bersusah payah. Biasanya mereka terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang juga besar dalam waktu yang singkat. Type (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan yang negatif tentang trading forex. Setelah mengalami MC, barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading dengan motivasi pengen cepet kaya, wah… saya sarankan untuk stop dulu deh… Coba review dulu sebelum invest atau deposit.

Saya ingin tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepet-cepat tergiur deh… Coba tanyakan dulu udah berapa lama mereka belajar. Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya. Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah anda mau, mampu dan bersedia untuk terus belajar?

Ngomong-ngomong, saya jadi inget salah seorang temen trader suka menguji (calon) trader yang pengen belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah: “udah siap babak belur belom? kalo memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar….” Nah, lo… biasanya sih banyak yang udah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu… Lah iya, mana ada sih orang yang  mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur? hihihi…



Minggu, 05 Juni 2011

Enjoy Your Trade!


Terus terang saya suka heran kalau ngeliat temen-temen trader atau “calon” trader yang dari komentar-komentarnya, saya menangkap kesan bahwa mereka menganggap trading sebagai beban. Stress ngeliat floating minus, gak sabaran nunggu posisi menyentuh TP, belum lagi yang suka “menyesali” posisi atau mengeluh berkepanjangan kalau kena MC. Saran saya untuk temen-temen trader seperti ini sih sederhana: “ sudahlah… berhenti dulu tradingnya, matikan komputer, cari kegiatan lain dulu… kalo perlu cuti aja dulu deh…“ hehehe…

Lebih-lebih lagi kalau ada (calon) trader  yang belum apa-apa udah banyak keluhan. Baru pertama kali liat trading platform udah ngeluh: “wah… ruwed”, suruh memahami dasar-dasar tentang forex bilang : “wah… pusing…”. Nah, kalau saya ketemu dengan (calon) trader semacem ini, saya akan bilang : “udah deh… mending gak usah belajar trading ajah… cari aja kegiatan lain”

Kegiatan trading menurut saya bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan secara “terpaksa”

Iya memang sih… semua hal itu tidak baik jika dilakukan dengan terpaksa. Tapi, trading ini lebih-lebih lagi. Lah, yang trading dengan senang hati aja bisa stress kalau keseringan menghadapi kondisi yang tidak mengenakkan kok… apalagi yang pada dasarnya melihat trading sebagai suatu beban. Bisa-bisa stress berat deh…

Seorang temen trader senior pernah bilang: sebaiknya tidak menjadikan trading sebagai penghasilan utama, karena akan sangat beda rasanya apabila kita trading sebagai kegiatan (dan penghasilan) sampingan dengan trading for living.

Memang sih, beberapa temen trader ada yang mengaku sudah bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utama. Akan tetapi, saya sangat tidak menyarankan bagi trader baru untuk mengandalkan trading sebagai pendapatan utama. Bagaimanapun, beban mental bagi trader yang trading untuk sekedar hobi dengan trading untuk membayar tagihan jelas berbeda

Alangkah ideal memang apabila kita bisa bekerja sesuai dengan minat dan ketertarikan kita. Istilahnya: bekerja sesuai dengan passion. Karena apabila kita sudah menyukai pekerjaan kita, segala hambatan yang dihadapi sehubungan dengan pekerjaan tersebut bakalan tidak terasa sebagai beban, bahkan akan menjadi suatu tantangan dan keasyikan tersendiri

Saya kenal dengan temen-temen trader  yang begitu enjoy dalam kegiatan tradingnya. Mereka dengan rela dan senang hati mengamati chart, mengutak-atik indikator, menganalisis hasil ramuan indikatornya, dan merancang custom indicator atau EA, tidak hanya di hari kerja, tapi bahkan di akhir pekan, ketika market sedang libur!

Jangan tanya, apa mereka stress saat trading. Justru mereka mungkin akan stress kalo dilarang membuka trading platform hehehe… Terus terang saya sendiri merasa “ada sesuatu yang kurang” di akhir pekan, karena tidak bisa ngeliat chart yang bergerak. Hihihi… :”>

Untuk temen-temen trader  yang merasa enjoy dengan kegiatannya, saya ucapkan:  “selamat" Anda sudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion, yang berarti  apapun nanti yang akan dihadapi bakalan dihadapi dengan senang hati.

Bagi temen-temen trader yang masih merasakan trading sebagai suatu beban, saya sarankan cobalah untuk merubah pandangan tersebut. Nikmatilah setiap proses dalam trading. Jangan jadikan trading sebagai beban. Okeylah.. kita punya trading plan dan target dalam trading, akan tetapi jangan sampai target itu menjadi beban. Jadikan target itu semacam tantangan sehingga kita semangat dan enjoy dalam trading kita.

So, find your passion on trading Be passionate and enjoy your life!
Happy trading


 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites